Archives

gravatar

Transformers



Sangat menegangkan dan penuh ledakan rasanya itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan 'Transformers: Revenge of the Fallen'. Dijamin, Optimus Prime Cs akan membuat adrenalin Anda terpacu selama 147 menit

Michael Bay, sang sutradara membuka 'Transformers: Revenge of the Fallen' dengan adegan sekelompok robot Transformers membangun sebuah mesin raksasa di bumi pada 17 ribu SM. Adegan tersebut merupakan petunjuk untuk memudahkan Anda mengikuti alur film ini.

Adegan dilanjutkan ke masa kini, ketika Autobots dan tentara Amerika Serikat bergabung membentuk NEST. Organisasi rahasia itu bertugas untuk memburu sisa pasukan Decepticon yang bersembunyi.

Suatu saat, NEST berhasil menemukan beberapa Decepticon di Shanghai, Cina yaitu Sideways dan Demolishor yang berukuran besar. Tanpa menemui kendala, Optimus Cs pun berhasil menghancurkan dua Decepticon tersebut. Namun sebelum dibunuh, Demolishor sempat mengatakan sesuatu kepada Optimus. "The Fallen akan bangkit," ujar Demolishor.

Di tempat lain, Sam Witwicky (Shia LaBeouf) sedang bersiap pindah ke asrama untuk melanjutkan studinya ke bangku kuliah. Namun ketika berkemas-kemas, Sam menemukan potongan kecil the AllSpark, benda berbentuk kubus yang muncul di film pertama 'Transformers,' pada jaketnya.

Secara tidak sengaja, Sam menyentuhnya. Secara tiba-tiba, benda itu langsung merasuki pikiran Sam dengan kode-kode misterius Cybertronian kuno. Nah, mulai dari situ adegan-adegan seru dan menegangkan mengalir deras.

'Transformers: Revenge of the Fallen' menampilkan lebih banyak robot. Ada 30 lebih robot beraksi di film yang juga digarap oleh Steven Spielberg. Salah satu robot yang dinanti kehadirannya yaitu, Devastator atau yang lebih dikenal dengan nama The Constructicons.

Memang tidak mengherankan jika Shia LaBeouf dan Megan Fox sering mengalami cedera saat menggarap film ini. 'Transformers: Revenge of the Fallen' sarat dengan ledakan-ledakan berskala besar.

Visual efek film ini tidak perlu diragukan lagi kualitasnya dan patut mendapat acungan dua jempol. Autobot maupun Decepticon terlihat sangat detail, gerakannya pun sempurna tanpa cacat.

Selain visual efek dan sebagainya, aktor-aktris film ini patut mendapat sorotan. Apalagi penampilan seksi Megan Fox sebagai gula-gula mampu jadi daya tarik tambahan untuk 'Transformers: Revenge of the Fallen'. (kutipan dari detikhot.com)

gravatar

Garuda di Dadaku: Mimpi Anak Bangsa



Sebuah film bertema olahraga buatan lokal akhirnya tayang di bioskop. Mengangkat tema sepakbola, "Garuda di Dadaku" diharap jadi inspirasi buat anak bangsa mewujudkan mimpi (menjadi pesepakbola).

Belum lama ini pencinta film tanah air memang baru disodori film berbau sepakbola berjudul Romeo and Juliet. Tapi berbeda dengan Garuda di Dadaku yang temanya berpusat pada sepakbola, Romeo and Juliet lebih menyoroti kehidupan kelompok fans di Indonesia, yang dalam hal ini adalah The Jak Mania dan Viking Bandung.

'Garuda di Dadaku' merupakan film bertema sepakbola yang ditujukan untuk anak-anak. Film garapan Ifa Isfansyah ini pun tak hanya menghibur, namun mampu memberikan inspirasi kepada anak bangsa untuk bisa mewujudkan mimpinya.

'Garuda di Dadaku' menampilkan perjalanan Bayu (Emir Mahira), seorang bocah yang mengejar impian menjadi pemain sepakbola nasional yang terhalang oleh berbagai rintangan. Namun rintangan itu tak membuat Bayu patah semangat. Bocah itu tetap berjuang untuk bisa memakai seragam timnas Indonesia

Untuk mewujudkan mimpinya itu, Bayu tidak sendirian. Ia pun mendapatkan dukungan Heri (Aldo Tansiani), temannya. Heri selalu memberi dukungan keuangan supaya Bayu bisa masuk ke Sekolah Sepak Bola Arsenal. Sayang, Bayu tidak pernah mendapat dukungan dari sang kakek, Usman (Ikranagara).

Bayu harus melewati seleksi untuk bisa masuk di sekolah itu. Secara sembunyi-sembunyi Bayu berlatih di kuburan. Nah, berhasilkah Bayu memakai kostum merah-putih? Jawabannya hanya ada di 'Garuda di Dadaku'.

'Garuda di Dadaku' bisa disebut sebagai film kedua setelah 'Laskar Pelangi' yang sanggup memberikan inspirasi belakangan ini. Semangat untuk bisa membela Indonesia di kancah sepakbola internasional yang ditampilkan Bayu mampu memberi contoh bagi anak untuk terus berusaha mewujudkan mimpinya.

Akting aktor cilik pendatang baru Emir yang memang memiliki kemampuan memainkan si kulit bundar membuat 'Garuda di Dadaku' menjadi lebih nyata. Ditambah dukungan dari aktor-aktris kelas wahid seperti Ikranagara dan Maudy Koesnadi yang membuat kualitas film ini patut mendapat acungan dua jempol.

'Garuda di Dadaku' merupakan pilihan yang tepat untuk mengisi liburan. Film garapan SBO Films dan Mizan Production tersebut mulai diputar di bioskop mulai Kamis (18/6/2009)